KENDARI — Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan organisasi mahasiswa melalui serangkaian kegiatan strategis. Pada hari Sabtu, 19 April 2026, Unit Inovasi dan Kreativitas UMW menyelenggarakan Forum Sinergitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan organisasi mahasiswa tingkat universitas yang melibatkan lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang akademik.
Acara yang bertempat di Aula Serbaguna Gedung Raya UMW Kendari ini menghadirkan tema sentral “Membangun Ekosistem Organisasi Mahasiswa yang Inklusif dan Produktif untuk Perubahan Positif Kampus.” Kehadiran berbagai stakeholder, mulai dari pimpinan universitas, dekan fakultas, hingga ketua organisasi mahasiswa dari seluruh unit akademik, menandakan tingginya perhatian institusi terhadap pengembangan potensi mahasiswa di luar kegiatan akademik formal.
Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan
Menurut catatan administratif Unit Inovasi dan Kreativitas UMW Kendari, organisasi mahasiswa di kampus telah mengalami perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir. Namun, tantangan koordinasi antarorganisasi dan duplikasi program masih menjadi hambatan dalam maksimalnya peran mahasiswa dalam pengembangan kampus. Kondisi ini mendorong pihak universitas untuk menciptakan platform komunikasi yang lebih terstruktur dan inklusif.
“Kami melihat potensi luar biasa dalam organisasi mahasiswa kami, namun perlu ada sinkronisasi yang lebih baik. Forum ini adalah upaya nyata universitas untuk memfasilitasi kolaborasi yang lebih produktif,” ujar Dr. Ir. Bambang Suryanto, Kepala Unit Inovasi dan Kreativitas UMW Kendari, dalam sesi pembukaan acara.
Data internal universitas menunjukkan bahwa terdapat 47 organisasi mahasiswa aktif di UMW Kendari, yang meliputi organisasi depart emen, minat bakat, keagamaan, sosial, dan olahraga. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut, kehadiran platform sinergitas menjadi semakin penting untuk memastikan setiap organisasi dapat berkontribusi optimal tanpa terjadi tumpang tindih program.
Rangkaian Kegiatan dan Materi Pembahasan
Forum Sinergitas BEM UMW 2026 dirancang dalam format yang dinamis, mengkombinasikan sesi pleno, workshop tematik, dan diskusi kelompok. Acara dibuka dengan arahan dari Rektor UMW Kendari, Prof. Dr. H. Samin Suratman, M.Sc., yang menekankan pentingnya kepemimpinan mahasiswa yang visioner.
“Mahasiswa adalah tulang punggung perubahan. Organisasi yang Anda kelola bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi lembaga yang harus memiliki dampak terukur bagi pengembangan diri dan kontribusi sosial,” kata Prof. Samin dalam pidato pembukaan yang disampaikan pada pukul 09.00 WITA.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan presentasi komprehensif mengenai roadmap pengembangan organisasi mahasiswa UMW Kendari untuk tahun akademik 2026/2027. Presentasi tersebut disampaikan oleh Miftahul Huda, S.E., M.M., Direktur Pengembangan Mahasiswa dan Alumni, yang memperlihatkan rencana pelatihan kepemimpinan, program pengembangan skill, hingga alokasi anggaran yang lebih transparan untuk setiap organisasi.
“Kami telah mengidentifikasi lima pilar utama pengembangan organisasi mahasiswa: kepemimpinan strategis, manajemen keuangan yang akuntabel, program berkelanjutan yang berdampak, digitalisasi administrasi, dan kolaborasi lintas organisasi,” jelas Miftahul, yang juga menyajikan analisis mendalam terkait efektivitas program-program mahasiswa di tahun sebelumnya.
Sesi workshop tematik menjadi highlight berikutnya, dengan topik-topik seperti “Strategi Perencanaan Program yang Inklusif,” “Manajemen Keuangan Organisasi di Era Digital,” “Komunikasi Efektif untuk Kepemimpinan Mahasiswa,” dan “Sustainable Event Management.” Masing-masing workshop dipandu oleh praktisi profesional dan akademisi yang kompeten di bidangnya.
Perspektif Pemimpin Organisasi Mahasiswa
Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Universitas UMW Kendari periode 2025-2026, mengungkapkan antusiasmenya terhadap inisiatif forum ini. “Sejujurnya, kami dari BEM pusat sering menerima masukan dari organisasi-organisasi lain tentang pentingnya koordinasi. Forum ini adalah jawaban atas apa yang kami perjuangkan. Dengan adanya platform ini, kami berharap dapat menciptakan agenda bersama yang jelas dan terukur,” kata Rizki dalam wawancara singkat di sela-sela kegiatan.
Sementara itu, Nurhaliza Dewi, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UMW Kendari, menambahkan perspektif dari level fakultas. “Di tingkat fakultas, kami sering menghadapi challenge dalam menjalin komunikasi dengan organisasi-organisasi lain. Forum seperti ini membuka mata kami bahwa sebenarnya visi kita tidak jauh berbeda. Yang dibutuhkan hanya mekanisme koordinasi yang lebih baik,” ujarnya sambil mencatat poin-poin penting dari sesi diskusi.
Dukungan dan Komitmen Akademik
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UMW Kendari, Dr. Siti Nur Azizah, M.A., juga hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Unit Inovasi dan Kreativitas. “Dalam kurikulum modern, soft skills dan kepemimpinan adalah kompetensi yang sama pentingnya dengan penguasaan pengetahuan akademik. Organisasi mahasiswa adalah lab terbaik untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Kami dari sisi akademik sangat mendukung dan siap berkolaborasi,” kata Dr. Siti dalam sidang pleno.
Senada dengan itu, Dr. Ir. Bambang Suryanto menambahkan bahwa Unit Inovasi dan Kreativitas telah mempersiapkan program berkelanjutan pasca-forum. “Kami akan membentuk Tim Koordinasi Organisasi Mahasiswa yang akan bertemu secara berkala, setidaknya sebulan sekali. Tim ini akan membahas sinergi program, berbagi best practice, dan mengidentifikasi peluang kolaborasi baru,” jelasnya dengan detail.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kehadiran 300 peserta dari berbagai organisasi mencerminkan tingginya partisipasi dan keterlibatan mahasiswa dalam forum ini. Para peserta tidak hanya hadir sebagai penonton, melainkan aktif memberikan masukan dan ide-ide inovatif selama sesi diskusi berlangsung.
Salah satu hasil konkret dari forum adalah disepakatinya “Deklarasi Sinergitas Organisasi Mahasiswa UMW Kendari 2026,” sebuah dokumen komitmen bersama yang ditandatangani oleh 45 ketua organisasi mahasiswa. Deklarasi ini mencakup komitmen untuk transparansi finansial, kolaborasi program lintas organisasi, dan kontribusi aktif dalam pengembangan kampus yang berkelanjutan.
“Deklarasi ini bukan sekadar dokumen formalitas. Kami melihat kesungguhan dari para pemimpin organisasi dalam menandatanganinya. Ini adalah momentum untuk perubahan yang nyata,” ungkap Muhammad Rizki Pratama yang terlihat antusias dengan pencapaian forum.
Di samping aspek administratif dan kelembagaan, forum juga menciptakan momentum networking yang berharga. Berbagai organisasi mulai mencatat ide-ide untuk kolaborasi konkret, misalnya kerja sama antara organisasi kesenian dan organisasi sosial dalam menciptakan program “Seni untuk Masyarakat,” atau kolaborasi antara organisasi akademik dengan organisasi olahraga dalam menciptakan event yang menggabungkan kompetisi intelektual dan fisik.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meskipun antusiasme tinggi, Miftahul Huda juga mengakui bahwa perjalanan menuju ekosistem organisasi mahasiswa yang ideal tidaklah mudah. “Tantangan terbesar adalah konsistensi implementasi. Komitmen tertulis adalah langkah pertama, tetapi eksekusi adalah yang sesungguhnya sulit. Kami akan terus melakukan monitoring dan mendampingi organisasi-organisasi ini,” katanya.
Untuk itu, Unit Inovasi dan Kreativitas telah merancang mekanisme monitoring melalui aplikasi digital yang akan segera diluncurkan. Aplikasi ini akan memfasilitasi pelaporan program, sharing ide, dan koordinasi real-time antarorganisasi mahasiswa. “Digitalisasi bukan hanya tentang efisiensi administratif, tetapi juga tentang menciptakan transparansi yang lebih baik dan mendokumentasikan setiap pencapaian untuk pembelajaran berkelanjutan,” jelas Dr. Bambang Suryanto.
Penutup dan Prospek
Forum Sinergitas BEM dan Organisasi Mahasiswa UMW Kendari pada 19 April 2026 telah membuktikan bahwa mahasiswa kampus ini memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kolaborasi dan koordinasi. Meskipun masih ada tantangan, langkah-langkah konkret yang telah dirancang menunjukkan bahwa universitas serius dalam memberdayakan potensi mahasiswa.
Ke depannya, UMW Kendari berencana untuk menggelar forum serupa secara tahunan, dengan tema yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan kampus. Selain itu, terdapat juga rencana untuk menciptakan “Pusat Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa” yang akan menjadi inkubator ide dan program-program inovatif dari berbagai organisasi mahasiswa.
“Apa yang telah kita lakukan hari ini adalah sebuah fondasi. Bangunan yang indah dan kokoh membutuhkan fondasi yang kuat, dan itu adalah apa yang sedang kita ciptakan. Saya sangat optimis bahwa organisasi mahasiswa UMW Kendari akan menjadi pionir dalam inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus dan masyarakat,” tutup Prof. Dr. H. Samin Suratman, Rektor UMW Kendari.
Dengan antusiasme dan komitmen yang sudah ditunjukkan, Universitas Mandala Waluya Kendari memasuki era baru dalam pengembangan organisasi mahasiswa yang lebih terstruktur, kolaboratif, dan berdampak positif.