KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW) kembali membanggakan dengan pencapaian luar biasa dari Unit Inovasi dan Kreativitas. Mahasiswa asal Kendari ini berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan (KITB) Tingkat Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada 15–16 April 2026 lalu di Jakarta.
Penghargaan bergengsi ini diraih oleh tim mahasiswa yang bernama “GreenTech Innovators” dengan proyek unggulan berupa aplikasi mobile bernama “EcoTrack” – sebuah sistem manajemen sampah pintar berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan pengelolaan limbah di kawasan perkotaan Indonesia.
Perjalanan Panjang Menuju Juara
Prestasi gemilang ini tidak datang begitu saja. Penelusuran mendalam menunjukkan bahwa perjalanan tim GreenTech Innovators dimulai sejak enam bulan sebelumnya, tepatnya pada Oktober 2025, ketika mereka pertama kali mengajukan konsep inovasi kepada Unit Inovasi dan Kreativitas UMW.
Anggota tim yang terdiri dari empat mahasiswa – Dimas Setiawan (semester VIII, Prodi Teknik Informatika), Rini Handayani (semester VII, Prodi Teknik Lingkungan), Muhammad Rizky Pratama (semester VI, Prodi Sistem Informasi), dan Siti Nurhaliza (semester VII, Prodi Manajemen Bisnis Digital) – bekerja dengan dedikasi tinggi. Mereka melakukan riset mendalam tentang permasalahan sampah yang menggerogoti kota-kota besar Indonesia, mulai dari Jakarta hingga Surabaya, serta menganalisis kesenjangan teknologi dalam sistem pengelolaan limbah yang ada.
“Kami memulai dengan observasi langsung ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) di beberapa kota untuk memahami tantangan yang sesungguhnya dihadapi para pekerja dan pengelola limbah. Dari sana, kami menyadari bahwa teknologi dapat menjadi solusi yang transformatif,” ungkap Dimas Setiawan saat ditemui di kantor Unit Inovasi dan Kreativitas UMW, Jalan Sultan Hasanuddin No. 45, Kendari, Senin (17/4/2026).
Prototipe pertama EcoTrack dikerjakan dalam waktu tiga bulan dengan melibatkan pembimbing akademik dan mentor industri. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka yang user-friendly, memungkinkan masyarakat umum untuk melaporkan titik-titik penumpukan sampah, memantau jadwal pengambilan sampah, serta memberikan edukasi tentang pemilahan sampah yang tepat.
Fitur unggulan lainnya mencakup sistem reward berbasis gamifikasi yang mendorong partisipasi masyarakat, integrasi dengan data real-time dari dinas kebersihan lokal, dan analitik prediktif untuk optimalisasi rute pengumpulan sampah yang dapat mengurangi emisi karbon hingga 30 persen.
Dukungan Penuh dari Unit Inovasi dan Kreativitas
Kesuksesan ini tidak lepas dari peran strategis Unit Inovasi dan Kreativitas UMW, yang sejak berdiri pada tahun 2022 telah menjadi inkubator bagi ide-ide cemerlang mahasiswa. Unit ini dilengkapi dengan fasilitas laboratorium inovasi, pusat sumber daya digital, ruang kolaborasi, dan akses ke mentor berpengalaman dari industri teknologi terkemuka.
Dokumenatsi komprehensif menunjukkan bahwa Unit ini telah memfasilitasi lebih dari 150 proyek inovasi mahasiswa, dengan tingkat keberhasilan implementasi mencapai 45 persen. Pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan akademik, mentoring praktis, dan akses ke jaringan industri menjadi formula sukses UMW dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang sehat.
Dr. Bambang Sutrisno, Kepala Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim GreenTech Innovators dengan nada yang tulus dan emosional. “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk menciptakan generasi mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap problem sosial dan lingkungan. Tim ini telah menunjukkan bahwa inovasi sejati adalah inovasi yang berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya dalam wawancara eksklusif pada Senin pagi (17/4/2026).
Lebih lanjut, Dr. Bambang menambahkan bahwa prestasi ini akan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. “Kami telah mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp 500 juta untuk tahun akademik 2026/2027 guna mendukung lebih banyak proyek inovasi mahasiswa. Kami ingin UMW menjadi pusat inovasi di kawasan timur Indonesia,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Penghargaan dan Pengakuan Nasional
Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan yang diikuti oleh 87 tim dari berbagai universitas terkemuka Indonesia menilai setiap proyek berdasarkan beberapa kriteria: orisinalitas ide, viabilitas teknis, dampak sosial dan lingkungan, serta potensi skalabilitas bisnis.
Tim GreenTech Innovators berhasil mencetak skor sempurna dalam kategori dampak lingkungan dan sosial, dengan nilai 95 dari 100. Juri internasional yang terdiri dari perwakilan dari United Nations Environment Programme (UNEP), Kementerian Lingkungan Hidup, dan industry leaders menyatakan bahwa EcoTrack memiliki potensi untuk diimplementasikan di seluruh Asia Tenggara dalam waktu tiga tahun ke depan.
Selain trofi penghargaan bergengsi, tim juga menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 250 juta, sertifikat keunggulan, dan yang lebih penting lagi, kesempatan untuk melanjutkan pengembangan proyek melalui skema akselerator startup dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia.
Transformasi dari Ide Kampus Menjadi Solusi Nasional
Apa yang membuat prestasi ini lebih bermakna adalah potensi transformasi EcoTrack dari sekadar proyek akademis menjadi solusi nyata di lapangan. Pihak Pemerintah Kota Kendari telah menunjukkan ketertarikan untuk menjadi kota percontohan implementasi EcoTrack, dengan rencana pilot project dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026.
“Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki populasi sekitar 550 ribu jiwa dan menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang signifikan. Implementasi EcoTrack di sini akan memberikan data berharga tentang efektivitas sistem dalam konteks kota dengan karakteristik geografis dan demografis unik,” jelas Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DLH) Kota Kendari melalui Kepala Dinas, Ir. Muhlis Rahman, Kamis (19/4/2026).
Rencana ekspansi lebih lanjut mencakup kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk implementasi di kota-kota lain seperti Manado, Gorontalo, dan Palu. Proyeksi finansial menunjukkan bahwa dalam tiga tahun pertama, EcoTrack berpotensi menghemat biaya operasional pengelolaan sampah sebesar Rp 45 miliar dan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA hingga 25 persen.
Dampak Bagi Ekosistem Akademis Universitas Mandala Waluya
Pencapaian ini membawa dampak positif yang meluas ke seluruh kampus UMW. Sesuai dengan data terbaru yang dihimpun, terdapat peningkatan signifikan dalam jumlah mahasiswa yang tertarik untuk bergabung dengan Unit Inovasi dan Kreativitas. Pada pendaftaran tahun akademik 2026/2027, jumlah aplikasi meningkat 180 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Hj. Siti Aminah, M.Sc., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pencapaian tersebut melalui surat resmi yang dikirimkan kepada tim GreenTech Innovators. Dalam surat tersebut, beliau mengungkapkan visi besar UMW untuk menjadi universitas yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menciptakan solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan Indonesia.
“Prestasi mahasiswa seperti ini memvalidasi filosofi pendidikan kami yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik industri nyata. Kami percaya bahwa universitas adalah lembaga yang memiliki tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan tantangan pembangunan bangsa,” tutur Prof. Aminah dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (18/4/2026).
Rencana Lanjutan dan Visi Ke Depan
Dimas Setiawan, sebagai ketua tim, mengungkapkan bahwa perjalanan mereka belum berakhir. Bahkan, penghargaan nasional ini dipandang sebagai awal dari misi yang lebih besar.
“Kami berkomitmen untuk melakukan iterasi berkelanjutan terhadap EcoTrack. Feedback dari juri dan industri menunjukkan beberapa aspek yang perlu disempurnakan, terutama dalam hal integrasi dengan Internet of Things (IoT) untuk sensor real-time dan pengembangan modul dalam bahasa lokal untuk menjangkau pengguna yang lebih luas,” ujar Dimas dengan antusiasme yang tulus.
Rencana konkret yang telah disusun mencakup: pertama, registrasi paten untuk melindungi intellectual property EcoTrack; kedua, pendaftaran sebagai startup resmi dengan dukungan dari inkubator bisnis UMW; ketiga, pencarian investor angel dan venture capital untuk mendukung skala produksi; dan keempat, kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi multinasional untuk mempercepat penetrasi pasar.
Tim juga menyiapkan program pelatihan bagi dinas kebersihan lokal dan community ambassador untuk memastikan adopsi teknologi yang tepat dan berkelanjutan. Pendekatan human-centered design ini menjadi kunci untuk memastikan bahwa inovasi teknologi benar-benar berdampak positif bagi end-users.
Kesimpulan: Bukti Nyata Potensi Talenta Muda Indonesia
Pencapaian Tim GreenTech Innovators dari Universitas Mandala Waluya dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Berkelanjutan Nasional 2026 bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia memiliki kapasitas untuk menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan global.
Prestasi ini juga menunjukkan pentingnya peran institusi pendidikan dalam memfasilitasi dan mendorong mahasiswa untuk berpikir kreatif, berani mengambil risiko, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Universitas Mandala Waluya, melalui Unit Inovasi dan Kreativitasnya, telah membuktikan bahwa dari kota Kendari di ujung timur Indonesia, ide-ide brilian dapat lahir dan mengubah cara pandang tentang penyelesaian masalah sosial.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini akan menginspirasi lebih banyak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk tidak hanya mengejar nilai akademis tinggi, tetapi juga untuk mengembangkan inovasi yang bermakna dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.
(Selesai)