KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan generasi muda berprestasi. Pada kesempatan kali ini, tiga mahasiswa dari Unit Inovasi dan Kreativitas (UIK) kampus berhasil meraih medali emas dalam ajang International Innovation Competition (IIC) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada 8-10 April 2026. Pencapaian gemilang ini menambah deretan prestasi mahasiswa Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional selama kuartal pertama tahun 2026.
Tim pemenang yang terdiri dari Muhammad Rizki Pratama (mahasiswa Program Studi Teknik Informatika), Siti Nurhaliza (Program Studi Desain Komunikasi Visual), dan Budi Hermawan (Program Studi Manajemen Proyek Digital) berhasil mengalahkan lebih dari 120 tim inovasi dari 28 negara dengan proyek unggulan mereka bertajuk “SmartGreen: Solusi IoT untuk Monitoring Kualitas Air Berbasis Kearifan Lokal Sulawesi Tenggara.”
Kompetisi internasional bergengsi ini menjadi momentum penting bagi Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya untuk menunjukkan kapasitas riset dan pengembangan produk yang setara dengan standar global. Peserta kompetisi mencakup mahasiswa dari universitas-universitas ternama di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan beberapa negara Eropa, menjadikan pencapaian ini semakin bermakna.
Perjalanan Menuju Kemenangan
Perjalanan tim menuju podium tertinggi International Innovation Competition 2026 dimulai sejak Januari 2026 ketika mereka mengidentifikasi permasalahan kualitas air di Sungai Pohara, Kendari, yang menjadi sumber air baku bagi ribuan keluarga di sekitarnya. Melalui riset lapangan selama dua bulan, ketiga mahasiswa bersama pembimbing mereka mengembangkan sebuah sistem monitoring real-time yang menggabungkan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pemahaman mendalam tentang ekosistem lokal Sulawesi Tenggara.
“Kami melihat potensi besar untuk menyelamatkan ekosistem air di Kendari dengan teknologi yang terjangkau dan mudah digunakan oleh masyarakat lokal. Ide ini lahir dari kegelisahan kami melihat sumber daya alam yang sangat berharga namun belum terlindungi dengan baik,” ungkap Muhammad Rizki Pratama dalam wawancara eksklusif usai pengumuman pemenang di Bangkok Convention Center, Rabu (9/4/2026).
Produk SmartGreen dirancang dengan tiga komponen utama: sensor IoT yang dapat mengukur pH, tingkat turbiditas, kadar oksigen terlarut, dan suhu air secara real-time; aplikasi mobile yang memudahkan masyarakat mengakses data kualitas air; dan dashboard analitik berbasis cloud computing yang memungkinkan pemerintah daerah membuat kebijakan berbasis data. Keunikan proyek ini terletak pada integrasi dengan kearifan lokal, di mana sistem ini juga merekam perubahan musiman dan pola perilaku masyarakat yang mempengaruhi kualitas air.
Dukungan Penuh dari UIK dan Kampus
Kesuksesan mahasiswa tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya. UIK, yang diresmikan pada Maret 2024, telah menjadi inkubator bagi berbagai proyek inovatif mahasiswa dari berbagai program studi di kampus Kendari.
Dr. Eka Prasetya, Kepala Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini dalam konferensi pers yang digelar di Aula Terintegrasi Kampus Kendari, Jumat (11/4/2026). “Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan fasilitasi yang tepat, bimbingan dari dosen-dosen yang kompeten, dan semangat mahasiswa yang tinggi, Universitas Mandala Waluya mampu bersaing di panggung internasional. SmartGreen bukan hanya sekadar produk akademis, tetapi juga solusi nyata untuk permasalahan lingkungan di daerah kita,” ujar Dr. Eka Prasetya sambil memamerkan trofi dan sertifikat kemenangan yang berkilauan.
Menurut data yang dihimpun, Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya telah mendukung 47 proyek mahasiswa sejak pendirian hingga April 2026. Dari jumlah tersebut, 23 proyek telah mengikuti kompetisi tingkat nasional, dan 8 di antaranya telah berkompetisi di tingkat internasional. Tingkat keberhasilan mahasiswa UIK dalam memenangkan penghargaan mencapai 34%, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada angka 12%.
Dedikasi Panjang Mahasiswa Berprestasi
Perjalanan Siti Nurhaliza sebagai bagian dari tim pemenang tidak lepas dari passion-nya terhadap desain yang berkelanjutan. Mahasiswa asal Bandung yang menempuh Program Studi Desain Komunikasi Visual ini telah mengejar minatnya sejak duduk di bangku SMA, dan Universitas Mandala Waluya menjadi pilihan karena visi kampus yang kuat dalam mendorong inovasi.
“Ketika kami memulai proyek SmartGreen, saya tidak hanya berfokus pada aspek teknis, melainkan juga pada bagaimana kami bisa mengkomunikasikan pentingnya menjaga kualitas air kepada masyarakat luas melalui desain visual yang menarik dan mudah dipahami. Interface aplikasi SmartGreen dirancang dengan mempertimbangkan konteks budaya lokal Kendari agar lebih resonan dengan pengguna,” jelas Siti Nurhaliza dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis.
Sementara itu, Budi Hermawan, lulusan SMK dari Kendari yang kini menekuni Program Studi Manajemen Proyek Digital, memainkan peran krusial sebagai project manager. Budi bertanggung jawab memastikan timeline pengembangan produk terpenuhi, anggaran teralokasi dengan efisien, dan koordinasi antar anggota tim berjalan lancar.
“Mengelola tim yang terdiri dari tiga orang dengan latar belakang berbeda memerlukan komunikasi yang sangat baik dan kepercayaan mutual. Kami berhasil karena setiap anggota tim memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing. Bagi saya, lesson learned terbesar adalah bahwa kolaborasi lintas disiplin ilmu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif,” tutur Budi Hermawan dengan penuh refleksi.
Momentum Prestasi Mahasiswa Mandala Waluya
Pencapaian mahasiswa dalam International Innovation Competition 2026 adalah puncak dari serangkaian prestasi yang diraih mahasiswa Universitas Mandala Waluya di berbagai ajang kompetisi tingkat nasional. Menurut catatan Bagian Kemahasiswaan Universitas Mandala Waluya, dalam kuartal pertama 2026, mahasiswa kampus berhasil meraih 12 penghargaan di tingkat nasional, meliputi kompetisi bidang teknologi, seni, entrepreneurship, dan penelitian sosial.
Pada Februari 2026, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin berhasil juara pertama dalam National Robot Olympiad yang diselenggarakan di Bandung. Sebulan sebelumnya, pada Januari 2026, mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi memenangkan kompetisi pertanian berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian di Jakarta.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. Mujito, M.Si., dalam kesempatan sebelumnya menekankan bahwa prestasi mahasiswa adalah buah dari kebijakan institusional yang mengutamakan pengembangan kompetensi di luar ruang kelas. “Universitas Mandala Waluya tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa yang inovatif, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial. Unit Inovasi dan Kreativitas adalah salah satu manifestasi komitmen kami tersebut,” kata Prof. Mujito dalam pidatonya di acara wisuda Januari 2026.
Dampak Lokal dan Prospek Masa Depan
Menarik untuk dicatat bahwa produk SmartGreen bukan hanya menjadi penghargaan akademis, melainkan juga memiliki potensi dampak nyata terhadap komunitas lokal Kendari. Tim pemenang telah menjalin diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengimplementasikan sistem monitoring ini pada beberapa titik sungai strategis di Kendari dan sekitarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dra. Safitri Wijaya, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kami sangat tertarik untuk berkolaborasi dengan Universitas Mandala Waluya dalam mengimplementasikan SmartGreen. Sistem monitoring yang dirancang mahasiswa ini akan sangat membantu kami dalam mengambil kebijakan pengelolaan sumber daya air yang lebih responsif dan berbasis data,” ungkap Dra. Safitri dalam pertemuan dengan tim UIK pada Rabu (10/4/2026).
Lebih lanjut, tim SmartGreen juga sedang mengembangkan rencana bisnis untuk mengkomersilkan produk mereka. Dengan dukungan dari program akselerator startup yang ada di UIK, ketiga mahasiswa berencana membentuk sebuah startup teknologi yang akan membawa produk ini ke pasar regional. Target mereka adalah dapat menginvestasikan sistem monitoring ini di sedikitnya 10 kota di Indonesia dalam 18 bulan ke depan.
Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa Lain
Bagi mahasiswa Universitas Mandala Waluya yang lain, pencapaian Muhammad Rizki Pratama, Siti Nurhaliza, dan Budi Hermawan menjadi inspirasi nyata bahwa prestasi tingkat internasional bukan mimpi yang mustahil. Ketiganya mengingatkan bahwa kesuksesan dimulai dari identifikasi masalah nyata yang ada di sekitar, dilanjutkan dengan riset mendalam, dan didukung oleh kolaborasi tim yang solid.
“Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa lainnya bahwa Universitas Mandala Waluya memberikan platform dan fasilitasi yang sangat mendukung. Jangan pernah meremehkan ide yang muncul dari pengamatan terhadap lingkungan sekitar. Ide-ide terbaik seringkali lahir dari masalah-masalah sederhana yang belum terpecahkan,” pesan Muhammad Rizki Pratama dalam sambutannya di hadapan ratusan mahasiswa dalam acara apresiasi yang diselenggarakan UIK pada Jumat sore.
Penutup
Kemenangan tim SmartGreen dalam International Innovation Competition 2026 adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya, khususnya Unit Inovasi dan Kreativitas, telah berkembang menjadi institusi yang mampu melahirkan inovator-inovator berkualitas tinggi yang siap berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Dengan terus memperkuat ekosistem inovasi di kampus, Universitas Mandala Waluya memposisikan diri sebagai salah satu pusat inovasi terdepan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi institusi pendidikan lain di Indonesia untuk lebih serius dalam mendukung mahasiswa untuk berinovasi dan berkompetisi di tingkat internasional. Sekaligus, pencapaian mahasiswa Universitas Mandala Waluya ini turut meningkatkan visibilitas Kendari sebagai kota yang memiliki potensi intelektual tinggi dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi.
(Catatan Editor: Foto tim SmartGreen bersama trofi International Innovation Competition 2026 dapat diakses melalui kantor Unit Inovasi dan Kreativitas Universitas Mandala Waluya)
—
Jumlah kata: 1.847 kata